Jakarta CNBC Indonesia - Reksa Dana berbasis Syariah dengan nama Asia Raya Syariah Dana Kas Wakaf MUI ditargetkan kelola dana Rp 1 triliun. Tri Agung Winantoro, Direktur Utama PT Asia Raya Kapital, mengatakan sejumlah dana itu akan ditujukan bagi pembangunan Menara Majelis Ulama Indonesia (Menara MUI). "Niatnya tidak sampai 2 tahun bisa
Pinnacle Indonesia Sharia Equity Fund 1,66% Pacific Saham Syariah III 1,56% Pacific Saham Syariah II 1,54% Mega Asset Maxima 1,49% Reksa Dana Syariah Capital Sharia Equity 1,43% Treasure Saham Mantap 1,42% Pacific Saham Syariah 1,32% Mandiri Investa Ekuitas Dinamis 1,21% HPAM Investa Ekuitas Strategis 1,18% Millenium MCM Equity Sektoral 1,06% Manulife Saham SMC Plus 0,99% Sucorinvest Maxi Fund 0,96% BNP Paribas Solaris 0,95% Danareksa Mawar Fokus 10 0,88% Treasure Fund Super Maxxi 0,86% Bahana Trailblazer Fund 0,84% Pacific Equity Progresif Fund II 0,81% Pan Arcadia Dana Saham Bertumbuh 0,78% Pan Arcadia Ekuitas Progresif 0,77% Pratama Syariah 0,77% MNC Dana Dollar 0,44% Mandiri Investasi Obligasi Nasional 0,40% UOBAM Inovasi Obligasi Nasional 0,37% Principal Dollar Bond 0,36% Foster Fixed Income 0,31% Ashmore Dana USD Nusantara 0,26% Syailendra Liberty Fund 0,26% Principal Philanthropy Social Impact Bond Fund 0,24% Anargya Supergrowth 0,23% Mandiri Pendapatan Tetap Indonesia Sehat 0,23% Principal Prime Income Fund 4 0,23% Bahana Prima Pendapatan Tetap 0,23% HPAM Government Bond 0,22% Danareksa Brawijaya Abadi Pendapatan Tetap 0,21% Danareksa Melati Premium Dollar 0,21% Ashmore Dana Obligasi Nusantara 0,21% Avrist Prime Bond Fund 0,21% STAR Obligasi Negara Prima 0,20% Bahana Pendapatan Tetap Utama 2 0,19% Optima Pendapatan Abadi 0,19% Reksa Dana Syariah Capital Sharia Balanced 1,33% Capital Optimal Balanced 0,78% Reksa Dana Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A 0,74% Capital Balanced Fund 0,72% Pratama Dana Campuran 0,60% Bahana Quant Strategy 0,57% Sucorinvest Citra Dana Berimbang 0,53% Pacific Balance Fund III 0,51% Minna Padi Keraton Balanced 0,43% Trimegah Balanced Absolute Strategy Nusantara 0,42% HPAM Premium-1 0,42% Trimegah Balanced Absolute Strategy 0,41% Sucorinvest Anak Pintar 0,38% MAM Balanced Fund 0,38% TRIM Kombinasi 2 0,38% Sucorinvest USD Balanced Fund 0,37% Sucorinvest Flexi Fund 0,36% Pinnacle Granditas Dynamic Balanced Fund 0,36% Sequis Balance Ultima 0,34% Reksa Dana Campuran Wanteg Diversity Fund 0,33% Asia Raya Kapital, PT Reksa Dana Saham Nilai Aktiva Bersih/Unit Barometer Bareksa Returns Risk Return/Hari 0,00% Performance Prospectus / Fund Factsheet Graphic NAV Graphic AUM Grafik Alokasi Dana Tujuan Investasi Kebijakan Investasi Portofolio Investasi Simulasi Reksa Dana Perbandingan Reksadana Performance Return 1 Bln YTD 1 Th 3 Th 5 Th 10 Th Inception 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% - - -62,98% Detail Reksa Dana Jenis Reksa Dana Saham Tanggal Peluncuran 17 Juli 2018 Bank Kustodian PT Bank Mega Tbk Dana Kelolaan IDR Min. Pembelian Awal IDR Pembelian Selanjutnya Min. Penjualan Kembali IDR 12 Month Low - High 370,18 - 370,18 Biaya Transaksi MaksProspektus Biaya PembelianMaks. 1% Biaya Penjualan KembaliMaks. 5% Biaya Switching Catatan Sumber Bank Custodian dan Media ; Diolah Bareksa Sumber Otoritas Jasa Keuangan OJK ; Diolah Bareksa Tujuan Investasi ASIA RAYA SYARIAH SAHAM BAROKAH bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan investasi yang optimal dalam jangka panjang melalui diversifikasi investasi dana pada Efek Syariah bersifat ekuitas yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah serta dapat berinvestasi pada Efek Syariah Berpendapatan Tetap termasuk Sukuk dan/atau instrumen pasar uang Syariah dalam negeri yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 satu tahun dan/atau deposito Syariah, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Kebijakan Investasi a. Minimum 80% delapan puluh persen dan maksimum 100% seratus persen dari Nilai Aktiva Bersih pada Efek Syariah bersifat ekuitas; dan b. Minimum 0% nol persen dan maksimum 20% dua puluh persen dari Nilai Aktiva Bersih pada Efek Syariah Berpendapatan Tetap Portofolio Investasi PILIH REKSA DANA ANDA Hanya tampilkan Reksa Dana yang dapat dibeli RETURN Semua > 0% > 5% > 10% > 15% > 20%
Nov 2021. Celebrate the 50th Anniversary, Bogasari Invite SMEs and Younger Generations #BikinSemuaBisa. 29. Sep. 2021. Discover Functional Food Potentials 62 Millennial Researcher Receive Indofood Riset Nugraha Funding.
Koreksi reksa dana saham akan lebih parah jika memperhitungkan sejak awal tahun hingga November lalu atau year to date. Bahkan ada 32 reksa dana saham yang ambles parah di atas 50%, padahal IHSG hanya terkoreksi 2,95% pada periode Wawan Hendrayana, Head of Capital Market Research Infovesta, menilai bahwa kemungkinan reksa dana yang mengalami penurunan kinerja cukup ekstrim pada November lalu dapat disebabkan oleh penurunan kinerja saham-saham yang juga cukup signifikan pada periode tersebut."Kalau yang [berkinerja ekstrim negatif dalam periode] 1 bulan terakhir iya, most likely dari kejatuhan saham gorengan," katanya. NoNama Reksa Dana SahamKinerja Ytd 29 November 201931 Desember 2018 - 29 November 2019 %1OSO Flores Equity Fund-51,312Emco Saham Barokah Syariah-51,763Narada Saham Indonesia II-51,954OSO Moluccas Equity Fund-52,675Sentra Ekuitas Berkembang-53,506Asia Raya Saham Berkembang-53,727Maybank Dana Ekuitas Syariah Saham-54,728Reksa Dana Treasure Saham Mantap-56,009VMI Dana Saham-56,2910Corfina Grow-2-Prosper Rotasi Strategis-57,0111Simas Saham Ultima-57,6812Narada Saham Indonesia-59,0313Asia Raya Syariah Saham Barokah-59,1214Aurora SMC Equity-59,5915Aurora Equity-60,3916Jasa Capital Saham Progresif-60,7017Asia Raya Saham Unggulan Syariah-60,9618Prospera Syariah Saham-62,2919Corfina Investa Saham Syariah-63,4820Treasure Fund Super Maxxi-64,2021Pinnacle Dana Prima-64,5222Aurora Dana Ekuitas-67,0023Pan Arcadia Dana Saham Bertumbuh-67,8724MNC Dana Syariah Ekuitas II-68,0725Pan Arcadia Dana Saham Syariah-68,2826Corfina Equity Syariah-69,8627Pool Advista Kapital Optimal-71,9828Aurora Sharia Equity-76,3529Pool Advista Kapital Syariah-77,1530Millenium Equity Prima Plus-77,8131Treasure Saham Berkah Syariah-79,4432Millenium MCM Equity Sektoral-79,55Sumber InfovestaMasih mengacu data BEI, secara year to date, setidaknya ada lima saham yang mencatatkan penurunan signifikan. Kelimanya adalah PT Marga AbhinayaTbk MABA -77,27%, PT Trada Alam Minera Tbk TRAM -71%, PT Hanson International Tbk MYRX - 58%, PT Hotel Mandarine Regency Tbk HOME -57%, dan PT Sinergi Megah Internusa Tbk NUSA -51%.Hanya saja, perlu dicatat bahwa kinerja reksa dana yang minus ini cuma periodik, karen investasi harusnya memang dilakukan rutin berkala dan sesuai dengan profil investasi masing-masing RISET CNBC INDONESIA tas/tas
Beberapamasjid di Kab. Bogor yang dijadikan tempat tarawih antara lain, Masjid Al-Barokah, Masjid Nurul Iman, Masjid Al-Manshurunal Muqorrobun. Masjid-masjid di Kab. Bogor itu bisa ditemukan di Jl. Raya puncak Cisarua Kelurahan Cisarua, Jl. Permata No. 19 RT 06 RW 05 Desa Curug, Jl. Alternatif Cibubur RT 03 RW 02 Desa Cileungsi.
- Asia Raya Kapital adalah manajer investasi yang sahamnya dimiliki oleh Soetrisno Bachir 89%, Muhammad Syafii Antonio 10%, dan PT Berkah Makmur Nusantara. Perusahaan yang beralamat di Epicentrum Walk Office Lantai 7, Suite A 701-A 702 Jalan HR. Rasuna Said ini mengelola 8 produk reksa dana, seperti Reksa Dana Asia Raya Saham Berkembang, Reksa Dana Syariah Asia Raya Saham Amanah Syariah, Reksa Dana Syariah Asia Raya Saham Unggulan Syariah, dan Reksa Dana Syariah Asia Raya Syariah Berimbang Pemberdayaan Ekonomi Utama PT Asia Raya Kapital Tri Agung Winantoro pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia PT Asabri.Perusahaan tercatat pernah membubarkan melikuidasi empat reksa dana saham yang dikelola karena tidak likuidnya portofolio investasi di produk tersebut di pasar saham sehingga tidak dapat dijual ketika ada yang mencairkan kelolaan reksa dana yang dilikuidasi itu Rp 643,45 miliar. Keempat reksa dana yang dibubarkan adalah RD Syariah Asia Raya Syariah Saham Barokah dan RD Syariah Asia Raya Saham Amanah Syariah. Nama MI PT Asia Raya Kapital Status Kepemilikan Nasional Status Kegiatan Aktif Alamat Epicentrum Walk Office Lantai 7, Suite A 701-A 702 Jalan HR. Rasuna Said, JAKARTA SELATAN Telepon 021-29941821 Faksimili 021-29912498 Kontak 1 Kontak 2 cs Modal Dasar Rp. Modal Disetor Rp. Izin Usaha yang Dimiliki MIKEP-62/ Tgl 29 Des 2014 Pemegang saham Soetrisno Bachir 89%, Muhammad Syafii Antonio 10%, PT Berkah Makmur Nusantara 1% Direksi Tri Agung Winantoro, Wisnuaji Wibowo Komisaris Muhammad Syafii Antonio, Siswadi, Wisnu Wardhana Asia Raya Kapital didirikan pada September 2013 berdasarkan Akta Pendirian Nomor 27 tanggal 5 september 2013. Kemudian perusahaan mendapatkan izin usaha sebagai manajer investasi dari Otoritas Jasa Keuangan OJK pada tanggal 29 Desember 2014 dengan Nomor KEP-62/ menjadi perusahaan Manajer Investasi yang sehat, terpercaya dan Utama di Indonesia yang dapat memberdayakan hasil investasi yang kompetitif dan stabil dengan risiko yang terukurMeningkatkan dan mengembangkan ekonomi masyarakat untuk pemberdayaan umat melalui produk Reksa DanaOrientasi produk yang inovatif untuk memaksimalkan nilai bagi stakeholderMemberikan nilai tambah perseroan bagi pemegang sahamTotal nilai aktiva bersih NAB per 30 Juni 2021 yang dikelola Asia Raya Kapital adalah Rp820,85 miliar dengan unit penyertaan 2,22 miliar dari 8 reksa kelolaan cenderung flat sejak awal 2020. Adapun nilai dana kelolaan tertinggi yang pernah dipagang MI ini adalah pada Agustus 2019 pada level Rp1,76 Dana Asia Raya Saham Berkembang jadi produk dengan nilai asset under management AUM terbesar yakni Rp329,52 miliar per 30 Juni 2021. Tidak banyak informasi tentang produk reksa dana yang dikelola Asia Raya Kapital yang disajikan di website resminya. Informasi lebih banyak justru dari portal Bareksa maupun Pasardana, meskipun juga tidak detail. Ketersediaan fund fact sheet tidak PengelolaDirektur Utama Tri Agung WinantoroWarga Negara Indonesia, kelahiran Tegal 4 Juli 1963. Tri Agung menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada menjabat sebagai Direktur di PT Recapital Asset Management 2011-2013, sebagai Direktur Asset Management di Valbury Asia Securities 2007-2011, sebagai Direktur Pengelola di PT Insight Asset Management 2006-2007, serta sebagai Head of Investment dan Direktur Utama di PT Niaga Aset Manajemen 1997-2006. Memiliki izin Wakil Manajer Investasi dari otoritas Pasar Modal berdasarkan Surat Keputusan BAPEPAM Nomor KEP-87/PM/IP/WMI/1998 tanggal 24 Agustus 1998. Tri Agung bergabung dengan PT Asia Raya Kapital sejak Juli 2013 sebagai Direktur Wisnuaji WibowoWisnuaji adalah warga negara Indonesia, kelahiran Jakarta pada 03 April 1973. Wisnuaji Wibowo merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Jayabaya, Jakarta pada 1998. Wisnuaji Wibowo bergabung dengan PT Asia Raya Kapital pada Januari 2014 sebagai Head of Marketing, dan menjadi Direktur sejak September karier bidang keuangan di beberapa Perbankan sejak Mei 1997 hingga Mei 2005. Setelah itu Wisnuaji masuk ke Industri Pasar Modal dengan bergabung bersama PT Danareksa Investment Management sebagai Distribution Channel Marketing pada kurun waktu Juni 2005 hingga Desember 2006, selanjutnya pada Januari 2007 hingga September 2011 Wisnuaji mengemban jabatan sebagai Koordinator Call Center dan Direct Sales. Pada Oktober 2011 hingga Desember 2013 Wisnuaji pindah sebagai Institutional Wibowo saat ini memiliki izin sebagai Wakil Manajer Investasi yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 15 Maret 2013 dengan nomor KEP-16/ Investasi, FrinantoFrinanto adalah WNI kelahiran Bandung, 30 September 1966. Dia mendapatkan gelar Master of Business Administration MBA dari University of Technology Sidney pada 1995 dengan spesialisasi Corporate Finance setelah sebelumnya mendapatkan gelar Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung ITB pada bergabung dengan PT Asia Raya Kapital, Frinanto telah berpengalaman menjadi konsultan keuangan independen pada 2004-2018, Senior Manager Investment Banking di PT PNM Juli 2003 - Desember 2003, Senior Manager Divisi Asset Management Kredit di Badan Penyehatan Perbankan Nasional 2000-2003, Senior Manager Divisi Corporate Finance di PT Bakrie Capital Indonesia 1997-2000, dan Senior Manager Investment Banking di PT Sigma Batara Securities House 1995-1997. Frinanto memiliki izin Wakil Manajer Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan Surat Keputusan OJK dengan nomor Kep-7/ tertanggal 31 Januari 2019.
ASIARAYA SYARIAH SAHAM BAROKAH. Indonesia GAMER STORM Asia Asia Raja (Ejaan yang Disempurnakan: Asia Raya) adalah sebuah surat kabar yang diterbitkan di Hindia Timur Belanda (sekarang Indonesia) pada masa pendudukan . id 7 Mar 2021 — Penjelasan Atas Informasi HOAX Tentang PT ASIA RAYA KAPITAL .
Reporter Intan Nirmala Sari Editor Barratut Taqiyyah Rafie INVESTASI REKSADANA - JAKARTA. Jelang akhir tahun 2019, PT Asia Raya Kapital ARK dikabarkan menutup empat produk reksadananya. Beberapa produk tersebut adalah Reksadana Berkembang, Reksadana Barokah, Reksadana Unggulan dan Reksadana Amanah. Dalam surat yang diterima pada Senin 30/12 disebutkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir perusahaan sudah masuk dalam radar pantauan dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan OJK secara seksama. Beberapa yang diawasi seperti pencairan dana yang terjadi secara terus menerus dan isi portofolio saham yang ada di dalam empat reksadana tersebut. Dengan begitu, per Senin 30/12 empat produk Asia Raya Kapital tersebut ditutup dan tidak dapat melakukan transaksi penempatan, maupun pencairan sebagaimana seharusnya. Selanjutnya, perusahaan akan mengikuti aturan yang ditetapkan OJK yang berkaitan dengan penutupan reksadana dan menyelesaikan penjualan portofolio selama 60 hari bursa. Baca Juga Reksadana target waktu, ini dia plus minusnya "Empat reksadana ini memang kami yang menutup, bukan ditutup OJK. Tujuannya untuk kebaikan bersama dan agar tidak terjadi penurunan harga yang lebih tajam," jelas Komisaris Utama ARK Syafi'i Antonio saat dikonfirmasi Senin 30/12. Menurut data Infovesta Utama, beberapa kinerja Reksadana Asia Raya Kapital tercatat mengalami penurunan fantastis per 27 Desember 2019. Diantaranya produk Asia Raya Syariah Saham Barokah -66,83%, Asia Raya Saham Unggulan Syariah -67,14%, Asia Raya Saham Amanah Syariah -20,41% dalam waktu sebulan, dan Asia Raya Saham Berkembang -54,93%. Dari keempat produk tersebut diketahui posisi kas dan setara kas untuk produk Asia Raya Syariah Saham Barokah sebesar Rp 3,70 miliar, Asia Raya Saham Unggulan Syariah Rp 376,65 juta, Asia Raya Saham Amanah Syariah Rp 2,17 miliar, dan Asia Raya Saham Berkembang sebesar Rp 802,25 juta. Dengan begitu total kas yang ditutup dari keempat produk tersebut mencapai Rp 7,06 miliar. DONASI, Dapat Voucer Gratis! Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat. Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.
ProfilePT AJ Central Asia Raya - CAR. Perusahaan ini Didirikan : 30 April 1975 dan beroperasi pada April 1976. Pemegang Saham : 99.99% PT Asuransi Central Asia (ACA). Salim Group Konsultan : 1500 Konsultan Profesional (Agen). Karyawan : 700 karyawan. Kantor Cabang : 8 Kantor Regional, 29 Kantor Layanan Nasabah, 75 Kantor Pemasaran.
Reporter Dimas Andi Editor Noverius Laoli REKSADANA - JAKARTA. Di tengah tekanan pasar, beberapa reksadana saham masih mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif di bulan Mei lalu. Reksadana Asia Raya Syariah Saham Barokah menjadi salah satu produk yang dimaksud. Mengutip data Infovesta Utama, kinerja produk buatan Asia Raya Kapital ini tumbuh 3,46% mom pada Mei silam. Angka ini lebih baik ketimbang kinerja rata-rata reksadana saham atau Infovesta Equity Fund Index yang terkoreksi 3,31% mom di waktu yang sama. Head of Investment Asia Raya Kapital Frinanto mengatakan, pihaknya menerapkan strategi aktif trading dalam mengelola reksadana tersebut. Tentunya strategi ini didasari oleh analisis teknikal yang kuat tanpa mengesampingkan faktor fundamental emiten yang dipilih. Ia menjelaskan, Indeks Harga Saham Gabungan IHSG boleh saja anjlok 3,81% mom di bulan lalu. Namun dalam perjalanannya, indeks masih beberapa kali mengalami penguatan di hari-hari tertentu. “Momentum tersebut cukup tepat bagi kami untuk melakukan aktivitas trading,” katanya, hari ini 14/6. Dia menambahkan, saham-saham dari sektor properti dan konsumer menjadi andalan dalam portofolio reksadana Asia Raya Syariah Saham Barokah. Prospek industri kedua sektor tersebut dianggap cukup menarik pada tahun ini. Ditambah lagi, saham-saham dari sektor tersebut punya prospek harga yang positif dari sisi teknikal. Frinanto yakin, berbekal pendekatan strategi trading secara aktif, kinerja reksadana Asia Raya Syariah Barokah bisa melampaui indeks pada akhir tahun nanti. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News DONASI, Dapat Voucer Gratis! Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat. Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store. Tag reksadana trading saham kinerja unitlink perbankan syariah
ProsperaSyariah Saham 3,36%; Millenium MCM Equity Sektoral 3,07%; Pan Arcadia Dana Saham Bertumbuh 2,39%; Treasure Fund Super Maxxi 2,32%; Pan Arcadia Ekuitas Progresif 2 2,23%; Pratama Syariah 1,88%; Pan Arcadia Ekuitas Progresif 1,87%; Shinhan Mitra Maxima Ekuitas 1,81%; Nikko Saham Pembangunan Indonesia 1,62%; Pacific Equity Growth Fund III JAKARTA – Semenjak peletakan batu pertama pada 26 Juli 2018, proyek pembangunan Menara Majelis Ulama Indonesia MUI tak kunjung rampung hingga saat ini. Padahal proyek bernilai Rp1 triliun tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2020. Ditetapkannya pimpinan PT Prima Jaringan sebagai salah satu tersangka kasus dugaan korupsi PT ASABRI Persero turut memperkeruh proses pembangunan Menara MUI bernama Safa Marwa Tower tersebut. PT Prima Jaringan sendiri merupakan pengembang proyek Menara MUI, yang mana direktur utamanya yaitu Lukman Purnomosidi saat ini telah ditangkap oleh Kejaksaan Agung Kejagung terkait kasus ASABRI. Baru-baru ini terkuak fakta bahwa Asabri telah mengalirkan dananya ke PT Prima Jaringan melalui penerbitan obligasi syariah alias sukuk dalam dua tahap dengan total Rp725 miliar. Prima Jaringan menerbitkan surat utang bernama Sukuk Mudharabah I Prima Jaringan Tahap I pada 2017 sebesar Rp600 miliar. Pada tahun 2018, perusahaan kembali menerbitkan Sukuk Mudharabah I Prima Jaringan Tahap II senilai Rp125 miliar. Kedua sukuk ini diserap seluruhnya oleh Asabri. Semula, dana itu akan dipakai oleh Prima Jaringan untuk mengakuisisi lahan di daerah Bambu Apus Jakarta Timur. Di lahan seluas 15 hektare inilah rencananya akan dibangun sejumlah proyek properti, termasuk Menara MUI. Namun kabarnya status kepemilikan tanah tersebut saat ini diambil alih oleh pihak Kodam Jaya. Suasana lengang lokasi pembangunan menara MUI yang mangkrak di kawasan Bambu Apus , Jakarta Timur. Foto Panji Asmoro/TrenAsia Dana Pembangunan Menara MUI Mencurigakan Untuk membiayai proyek ambisius tersebut, diterbitkanlah reksa dana penyertaan terbatas RDPT. Reksa dana berbasis syariah ini diterbitkan oleh Manajer Investasi PT Asia Raya Kapital ARK dengan nama Reksa Dana Syariah Asia Raya Syariah Dana Kas Wakaf MUI. Berdasarkan informasi yang diterima rencananya dana kelolaan nasabah pada produk reksa dana itu akan diinvestasikan pada obligasi syariah yang diterbitkan oleh Prima Jaringan. Seperti diketahui sebelumnya, dana hasil penerbitan sukuk Prima Jaringan akan digunakan sebagai biaya pembebasan lahan. Menariknya, reksa dana yang menargetkan dana Rp1 triliun itu bagai jauh panggang dari api’. Ternyata produk reksa dana ini tidak laku di pasaran. Sejak dirilis pada Oktober 2019, total dana kelolaan Reksa Dana Syariah Asia Raya Syariah Dana Kas Wakaf MUI terus menyusut. Melansir data Otoritas Jasa Keuangan OJK, nilai aktiva bersih NAB atau asset under management AUM RDPT Menara MUI hanya sebesar Rp96,99 juta per 31 Oktober 2019. Angka ini terus menciut menjadi Rp90,92 juta pada periode November 2019, lalu pada akhir tahun 2019 hanya menjadi Rp90,11 juta. Parahnya lagi, AUM reksa dana syariah yang dikelola ARK itu ludes tak tersisa alias Rp0 per Desember 2020. Hingga saat ini, dana kelolaan Reksa Dana Syariah Asia Raya Syariah Dana Kas Wakaf MUI masih stagnan pada posisi terakhirnya. Hal tersebut tentu mengundang pertanyaan, mengapa proyek ambisius yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo beserta Wakil Presiden Ma’ruf Amin tak mendapatkan respons baik dari para investor. Di sisi lain, sumber menyebutkan dana yang masuk ke reksa dana kelolaan ARK itu juga berasal dari Asabri. Belakangan, diketahui Asia Raya Kapital merupakan perusahaan manajer investasi yang mayoritas sahamnya 89% dimiliki oleh mantan Ketua Partai Amanat Nasional PAN Soetrisno Bachir. Ia juga menjabat sebagai Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional KEIN. Ia bersama saudaranya Kamaluddin Bachir memiliki sejumlah bisnis di bidang properti melalui bendera Ika Muda Group sebelum akhirnya ia merintis usaha surat kabar dan mendirikan perusahaan manajer investasi. Nama lain yang mengempit saham ARK adalah pakar ekonomi syariah serta tokoh MUI, Syafii Antonio. Lahir dengan nama Nio Cwan Chung, pria ini menggenggam saham ARK sebanyak 10%. Sedangkan, sisanya 1% dimiliki oleh PT Berkah Makmur Nusantara 1%. Untuk mengetahui lebih dalam terkait produk RDPT Menara MUI yang diterbitkan ARK, pun mencoba menghubungi Soetrisno dan Syafii. Namun, keduanya bungkam saat dikonfirmasi. Konferensi pers PT Asia Raya Kapital ARK saat peletakan batu pertama Menara MUI / Foto Likuidasi Produk Reksa Dana Pertanyaan lain yang timbul adalah mengapa Reksa Dana Syariah Asia Raya Syariah Dana Kas Wakaf MUI tak kunjung dilikuidasi oleh pihak ARK. Padahal jelas jika produk tersebut tidak laku. ARK justru membubarkan empat reksa dana saham yang dikelola perseroan dengan dana kelola sebesar Rp643,45 miliar. Hal itu diumumkan manajemen ARK melalui sebuah surat kabar pada 30 Desember 2019. Keempat reksa dana yang dilikuidasi antara lain RD Syariah Asia Raya Syariah Saham Barokah, RD Syariah Asia Raya Saham Amanah Syariah, RD Syariah Asia Raya Saham Unggulan Syariah, dan RD Asia Raya Saham Berkembang. Tak ada nama Reksa Dana Syariah Asia Raya Syariah Dana Kas Wakaf MUI pada keterangan resmi itu. “Atas dasar inisiatif manajer investasi guna melindungi seluruh kepentingan pemegang unit penyertaan, manajer investasi dan bank kustodian mencapai kesepakatan untuk membubarkan empat reksa dana Asia Raya,” tulis pengumuman tersebut. Manajemen menyebut, ada beberapa kondisi yang menyebabkan pembubaran keempat produk tersebut. Salah satunya karena posisi kas dan setara kas dari masing-masing produk tidak cukup menalangi penjualan unit reksa dananya. Pada akhir November 2019, dana kelolaan RD Syariah Asia Raya Syariah Saham Barokah dan RD Syariah Asia Raya Saham Amanah Syariah masing-masing Rp128,46 miliar dan Rp96,53 miliar. Namun, kas dan setara kas produk masing-masing hanya Rp3,7 miliar dan Rp2,16 miliar. Sedangkan, dua reksa dana lain yakni RD Syariah Asia Raya Saham Unggulan Syariah dan RD Asia Raya Saham Berkembang memiliki dana kelolaan Rp70,12 miliar dan Rp348,32 miliar, tetapi masing-masing kas dan setara kas produk itu hanya Rp376,65 juta dan Rp802,25 juta. SKO Artikel ini merupakan serial laporan khusus investigasi yang akan bersambung terbit berikutnya berjudul “Aliran ASABRI hingga Menara MUI” Aliran ASABRI hingga Menara MUI Serial 1 Jokowi Groundbreaking, Masih Mangkrak Hingga Kini XvQcc.
  • z8z8bftc0s.pages.dev/262
  • z8z8bftc0s.pages.dev/238
  • z8z8bftc0s.pages.dev/234
  • z8z8bftc0s.pages.dev/503
  • z8z8bftc0s.pages.dev/519
  • z8z8bftc0s.pages.dev/56
  • z8z8bftc0s.pages.dev/105
  • z8z8bftc0s.pages.dev/199
  • asia raya saham barokah